Perbedaan GPT dan MBR Pada Partisi Drive

Ketika kita berkutat dengan partisi pada drive, kita akan bertemu dengan istilah GPT dan MBR. Apa perbedaan GPT dan MBR pada partisi?

Disk drive sebelum digunakan haruslah dipartisi. Partisi adalah pembagian virtual Hard Disk Drive (HDD) atau Solid State Drive (SSD). Setiap partisi dapat bervariasi dalam ukuran dan biasanya memiliki fungsi yang berbeda.

Komputer selalu membutuhkan setidaknya satu partisi pada drive, atau komputer tidak akan dapat menyimpan apa pun.

Meskipun sebuah komputer mungkin hanya memiliki satu drive fisik, setidaknya drive tersebut bisa dipartisi untuk memisahkannya dan menetapkan huruf drive yang berbeda untuk setiap partisi.

Sekarang setelah Anda memiliki gambaran umum tentang apa itu partisi, kita dapat mempelajari apa perbedaan GPT dan MBR.

Apa Perbedaan MBR dan GPT?

MBR

MBR adalah singkatan dari Master Boot Record, yang merupakan sedikit ruang yang disediakan di awal drive yang berisi informasi tentang bagaimana partisi diatur. MBR juga berisi kode untuk meluncurkan sistem operasi, dan terkadang disebut sebagai Boot Loader.

Kapasitas maksimum tabel partisi MBR hanya sekitar 2 terabyte. Anda dapat menggunakan drive yang lebih besar dari 2 terabyte dengan MBR, tetapi hanya drive 2 terabyte pertama yang akan digunakan. Sisa penyimpanan di drive akan terbuang sia-sia.

Tabel partisi MBR dapat memiliki maksimal 4 partisi terpisah. Namun, salah satu partisi tersebut dapat dikonfigurasi menjadi partisi extended, yaitu partisi yang dapat dipecah menjadi 23 partisi tambahan. Jadi jumlah maksimum partisi yang dapat dimiliki oleh tabel partisi MBR adalah 26 partisi.

Karena MBR lebih “tua”, biasanya dipasangkan dengan sistem BIOS Legacy yang lebih lama dan memiliki kompatibilitas perangkat lunak dan perangkat keras yang lebih baik.

MBR menyimpan semua partisi dan data boot di satu tempat. Ini berarti bahwa jika ada yang rusak, komputer akan mengalami masalah.

Jika ada data yang rusak dengan MBR, kemungkinan komputer hanya akan mengetahuinya ketika sistem gagal untuk boot. Pemulihan dari kerusakan ini biasanya cukup sulit.

Supaya lebih memahami perbedaan GPT dan MBR, kita bisa mengetahuinya melalui skema partisi MBR terlebih dahulu di gambar berikut ini.

Perbedaan GPT dan MBR
Skema partisi MBR Skema partisi MBR (kredit gambar: diskgenius.com)

GPT

GPT adalah singkatan dari GUID Partition Table, yang merupakan standar baru partisi yang perlahan akan menggantikan MBR. GPT menyimpan data tentang bagaimana semua partisi diatur dan cara mem-boot OS di seluruh drive.

Dengan begitu jika satu partisi terhapus atau rusak, masih mungkin untuk mem-boot dan memulihkan beberapa data dengan mengambilnya dari partisi yang lain.

Tabel partisi GPT menawarkan kapasitas maksimum hingga 9,7 zetabytes. 1 zetabyte adalah sekitar 1 miliar terabyte. Tabel partisi GPT memungkinkan hingga 128 partisi terpisah, yang lebih dari cukup untuk sebagian besar aplikasi kekinian.

Selain itu, GPT memiliki algoritma pendeteksi kesalahan yang akan menilai tabel partisi saat boot dan melihat apakah ada yang salah dengannya. Jika mendeteksi kesalahan, GPT dapat mencoba memperbaiki sendiri.

Standar GPT yang lebih baru dipasangkan dengan sistem UEFI BIOS. Meskipun dukungan untuk GPT dan UEFI BIOS tidak sebanyak dan seluas MBR/Legacy BIOS, dukungan ini mulai berkembang seiring semakin meningkatnya penggunaan GPT.

Dengan melihat gambar skema partisi GPT berikut ini, akan nampak gambaran perbedaan GPT dan MBR.

Perbedaan GPT dan MBR
Skema Partisi GPT (kredit gambar: diskgenius.com)

Tabel Perbedaan GPT dan MBR

FungsiGPTMBR
Jumlah partisiMaksimal hingga 128 partisiMaksimal empat partisi utama
KapasitasKapasitas maksimum hingga 9,7 zetabytesKapasitas mendukung hingga 2TB
PemulihanLebih tahan terhadap kesalahan dan bisa memulihkan diriPemulihan dari kerusakan biasanya cukup sulit
KompatibilitasGPT lebih cocok untuk komputer modernMBR bagus untuk sistem operasi lama
Firmware interfaceUEFIBIOS
KeamananSektor data tanpa checksumSektor data dengan checksum CRC32 dan tabel partisi GUID cadangan

MBR atau GPT, Mana yang Terbaik?

GPT adalah yang terbaik dan sangat disarankan jika komputer memiliki disk drive dengan ukuran lebih dari 2TB atau berapapun ukurannya namun bertipe SSD. GPT lebih tahan terhadap korupsi dan memiliki manajemen partisi yang lebih baik. GPT adalah standar yang lebih baru dan lebih andal.

Lebih Baik MBR atau GPT?

Untuk menentukan apakah harus menggunakan GPT atau MBR, yang harus Anda perhatikan adalah:

  • Jika motherboard di komputer Anda adalah BIOS atau UEFI dengan mode BIOS, paket partisi MBR adalah pilihan yang tepat
  • Sebaliknya, jika komputer Anda menggunakan motherboard UEFI dan mengaktifkan mode UEFI, silakan gunakan skema partisi GPT
  • MBR tidak dapat mengatur ruang disk yang melebihi 2TB, jika hard drive lebih besar dari 2TB, silakan pilih GPT.

Cara Cek HarDisk MBR atau GPT

Bagaimana cara cek HardDisk menggunakan MBR atau GPT?

Silahkan menuju ke Computer Management, kemudian pilih Disk Management, klik kanan pada drive yang akan dicek, lanjutkan dengan klik Properties, lanjutkan klik tab Volume dan pada bagian Partition style akan muncul jenisnya MBR atau GPT.

1. Buka Disk Manajemen (buka Run dan masukkan diskmgmt.msc).

Perbedaan GPT dan MBR
Buka Disk Manajemen

2. Klik kanan pada drive yang akan dicek status partisinya.

Perbedaan GPT dan MBR
Klik Kanan Pada Drive yang Akan Dicek Status Partisinya

3. Klik tab Volume untuk memunculkan status tipe partisi.

Cara Cek HarDisk MBR atau GPT
Cara Cek HarDisk MBR atau GPT

Kesimpulan

Setelah dijelaskan apa saja perbedaan GPT dan MBR, dan dengan segala kelebihannya, GPT tentu adalah pilihan terbaik. Namun tidak semua komponen mendukung GPT.

GPT lebih cocok digunakan oleh komputer dengan teknologi terbaru seperti motherboard yang kompatibel dengan UEFI.

Windows hanya dapat melakukan booting dari GPT di komputer berbasis UEFI yang menjalankan Windows 10, 8, 7, dan Vista versi 64-bit.

Semua versi Windows 10, 8, 7, dan Vista dapat membaca drive GPT dan menggunakannya hanya untuk data dan tidak dapat untuk proses boot dari drive tersebut tanpa UEFI.

Jika Anda memerlukan kompatibilitas dengan sistem lama (misalnya untuk mem-boot Windows dari drive di komputer dengan BIOS tradisional) Anda harus tetap menggunakan MBR untuk saat ini.

Tinggalkan komentar